6 Prediksi Tren Industri Otomotif untuk Tahun 2023

6 Prediksi Tren Industri Otomotif untuk Tahun 2023

Resesi ekonomi yang diperkirakan akan terjadi tahun depan bukanlah penghambat bagi pelaku bisnis mana pun, termasuk dalam bidang otomotif. Inovasi berbasis teknologi menjadi kunci untuk memenuhi kebutuhan konsumen serta kebijakan menuju industri 4.0 yang mengutamakan energi hijau. Dengan demikian, fokus utama sektor otomotif adalah beralih ke proses dan tujuan yang lebih modern. Berikut enam tren industri otomotif yang diprediksi akan populer pada tahun 2023.

Meningkatnya penjualan mobil secara digital

Sejak adanya pembatasan aktivitas di luar ruangan pada awal tahun 2020-an, konsumen lebih memilih untuk memenuhi sebanyak mungkin kebutuhan mereka tanpa meninggalkan rumah. Oleh sebab itu, dealer mobil dapat berinovasi pada situs resmi mereka untuk menawarkan pengalaman berbelanja secara virtual.

Sebagai contoh, showroom digital mengizinkan pembeli melihat spesifikasi, interior, dan eksterior mobil cukup dengan komputer atau smartphone mereka. Dengan demikian, mereka bisa menikmati pengalaman yang serupa dengan mengunjungi showroom fisik dari kenyamanan rumah.

Strategi online marketing lebih inovatif

Pesatnya perkembangan situs e-commerce serta media sosial daring tidak dapat dianggap remeh. Industri otomotif dapat menjangkau lebih banyak pelanggan dengan mengintegrasikan jasa yang ditawarkan pada platform berbasis teknologi. Hal ini tentunya juga akan menunjang kenyamanan konsumen karena mereka dapat menemukan apa pun yang mereka butuhkan melalui gadget mereka.

Salah satu contoh penerapan tersebut adalah fitur menjadwalkan test drive dan perawatan berkala di bengkel melalui aplikasi instant messaging yang terintegrasi dengan website resmi. Situs jual beli online juga dapat digunakan untuk menawarkan voucher diskon, garansi, atau bahkan penjualan unit kendaraan eksklusif melalui kolaborasi bersama penyedia layanan e-commerce.

Tren mobil listrik

Para pemimpin di seluruh dunia telah menandatangani perjanjian internasional untuk mengurangi emisi karbon secara global, dan salah satu upaya yang dapat dilakukan industri otomotif adalah memproduksi kendaraan ramah lingkungan. Oleh sebab itu, dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya, kini sudah ada semakin banyak mobil listrik murni dan hybrid.

Meskipun pada awalnya mobil listrik dijual dengan nominal yang cukup tinggi, kini ada banyak mobil listrik dengan harga terjangkau. Karena itu, tidak mengherankan jika semakin banyak konsumen yang tertarik memiliki mobil listrik, diikuti dengan meningkatnya jumlah merek yang memproduksi.

Maraknya pemanfaatan teknologi digital untuk produksi kendaraan listrik

Integrasi digital pada industri otomotif tidak hanya dapat diterapkan pada cara pelanggan berbelanja. Proses produksi kendaraan harus berjalan sesering mungkin dan meminimalisir frekuensi gangguan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Oleh sebab itu, teknologi untuk memantau kinerja pabrik sangatlah penting.

Aplikasi atau software tertentu dilengkapi dengan fitur untuk mengumpulkan dan mengolah data frekuensi produksi dalam bentuk grafik. Hal tersebut dapat membantu pemangku kepentingan untuk mengantisipasi downtime dan merancang strategi untuk menunjang keberlanjutan produksi.

Peningkatan produksi connected cars

Seiring dengan meningkatnya angka penggunaan gadget di kalangan berbagai usia, penyimpanan dan pengawasan melalui teknologi cloud juga bertambah populer. Industri otomotif dapat menjawab kebutuhan tersebut dengan produksi connected cars, yaitu kendaraan yang terhubung dengan aplikasi smartphone khusus.

Melalui aplikasi tersebut, pemilik kendaraan mampu mengawasi kondisi mesin dan komponen lainnya pada mobil mereka tanpa meninggalkan lokasi mereka saat ini. Jika diperlukan, fitur pada aplikasi connected car juga mengizinkan pelanggan menghubungi layanan darurat atau menjadwalkan servis berkala agar kendaraan mereka tetap dalam kondisi prima.

Kendaraan self-driving

Dewasa ini, semakin banyak produsen yang memasang fitur self-driving untuk mengurangi polusi dan kemacetan. Dengan pengaturan dan navigasi berdasarkan kalkulasi cerdas saat mobil bergerak sendiri, emisi yang dihasilkan serta risiko kecelakaan akan berkurang.

Aksesibilitas juga bukanlah masalah dengan mobil self-driving. Siapa pun dapat mengendarai atau menumpang kendaraan serupa dengan lebih aman dan nyaman tanpa perlu mengkhawatirkan potensi tabrakan.

Jika melihat prediksi yang telah disebutkan, pemanfaatan teknologi pada produksi kendaraan listrik sudah semakin meningkat. Sebagai salah satu produsen otomotif ternama di tanah air, Nissan juga telah menerapkan semua kemajuan tersebut pada proses produksi Nissan Leaf yang sudah dilengkapi fitur cruise control dan sistem peringatan canggih demi kelancaran serta keamanan perjalanan.

Aplikasi terintegrasi untuk Nissan Leaf juga mengizinkan Anda menemukan charging station di luar dengan lebih mudah. Namun, tidak hanya mobil listrik, teknologi tersebut juga diterapkan pada mobil-mobil Nissan lainnya seperti Nissan Magnite, Nissan Kicks e-POWER, Nissan Livina, dan sebagainya.

Temukan kecanggihan lain mobil Nissan melalui website resmi kami di www.nissan.co.id dan jadwalkan test drive bersama kami. Untuk memantau perkembangan terbaru industri otomotif pada produk Nissan, follow Instagram kami di @nissanid!